Skip to content

Potensi Batu Bara Kabupaten Lahat

Februari 5, 2013

Kabupaten Lahat memiliki potensi batu bara yang tinggi. Potensi batu bara di kabupaten tersebut saat ini mulai dieksplorasi oleh sejumlah perusahaan bahkan ada yang telah mulai melakukan produksi. Asisten I Kabupaten Lahat Marwan Mansyur didampingi Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Lahat Syarifudin Nur Syamsu, Sabtu (23/2) dalam jumpa pers, mengatakan, potensi batu bara di Kabupaten Lahat berada di Kecamatan Merapi Barat, Merapi Timur, Lahat, Pulau Pinang, Kikim Barat, Gumay Talang, dan Kikim Timur yang potensinya sebesar 2,9 miliar ton. Menurut Marwan, untuk memanfaatkan potensi batu bara yang begitu besar, Pemerintah Kabupaten Lahat memberikan izin kuasa pertambangan (KP) kepada lima perusahaan di Kecamatan Merapi Barat dan Merapi Timur. Luas KP kelima perusahaan tersebut sekitar 11.000 hektar. Staf Dinas Pertambangan Kabupaten Lahat Agus Salman mengungkapkan, dua perusahaan yaitu PT Muara Alam Sejahtera dan PT Bara Alam Utama telah mengajukan izin KP eksploitasi yang berarti sudah melewati tahap eksplorasi. ”Luas KP PT Bara Alam Utama 799 hektar dan luas KP PT Muara Alam Sejahtera 2.400 hektar. Produksi batu bara dari dua perusahaan itu akan mencapai 1 juta ton per tahun,” kata Agus. Menurut Agus, tiga perusahaan lainnya, yaitu PT Mustika Indah Permai, PT Bukit Bara Alam, dan PT Bumi Merapi Energi, masih dalam tahap eksplorasi namun akan segera ditingkatkan ke tahap eksploitasi dan produksi. Agus menjelaskan, setelah dikeluarkan izin oleh Pemerintah Kabupaten Lahat, maka dalam waktu enam bulan kedua perusahaan tersebut harus sudah melakukan kegiatan eksploitasi.

intbatu

”Perusahaan yang sudah berproduksi adalah PT Batu Bara Lahat di Kecamatan Merapi Barat dengan produksi 40.000 ton batu bara per bulan. Ke depan, produksi PT Batu bara Lahat akan ditingkatkan menjadi 1 juta ton per tahun,” ujarnya. Marwan Mansyur mengatakan, pemberian izin KP terhadap lima perusahaan tersebut agar penambangan batu bara di Kabupaten Lahat lebih maksimal. Kegiatan penambangan batu bara di Lahat selama ini hanya dilakukan oleh PT Bukit Asam sehingga dinilai kurang maksimal. ”Setiap tahun, PT Bukit Asam hanya mampu memproduksi sebanyak 2,2 juta ton per tahun, padahal seharusnya bisa 9 juta ton per tahun. Kami melihat ada potensi yang belum digarap di Kecamatan Merapi Barat dan Merapi Timur,” kata Marwan. Menurut Marwan, Bupati Lahat akhirnya mencari investor tambang batu bara dengan memberikan izin KP untuk lima perusahaan di wilayah Kecamatan Merapi Barat dan Merapi Timur. Sesuai dengan undang-undang, ujar Marwan, di era otonomi daerah, kepala daerah berhak mengatur dan menertibkan perizinan di bidang pertambangan. Peningkatan produksi batu bara juga membuka peluang pembangunan pembangkit listrik di Sumsel maupun di daerah lain di Indonesia

From → uncategoriezed

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: